Sabtu, 02 Januari 2010

Al-Qaradhawi ada di antara 100 Tokoh Dunia

dakwatuna.com - Majalah Foreign Policy memilih tokoh-tokoh Arab dan Islam menjadi bagian seratus (100) tokoh terkenal dan berpengaruh dunia.Pemilihan ini menjadi peristiwa penting, karena konsekwensinya adalah mengharuskan penilaian secara objektif dari sudut pandang yang beragam dari tokoh-tokoh yang ada.Yang menarik di sini adalah, bahwa yang menilai tokoh dunia secara obyektif ini bukanlah Media Massa Arab.

Majalah Foreign Policy edisi Bulan Mei-Juni 2008 memilih seratus (100) tokoh berpengaruh dalam menyadarkan bangsanya dan kiprah mereka di tengah-tengah masyarakatnya.

Di antara seratus tokoh itu sedikitnya ada tujuh (7) muslim, seperti Dr. Yusuf Al-Qaradhawi, Juru dakwah Amr Khalid, dan Dr. Thariq Ramadhan Al-Buthy.

Ada Econom kerakyatan dengan inofasi bank untuk masyarakat miskin, yaitu Mahmud Yunus. Juga Mahmud Muhammadani dan pakar politik Indonesia, Anis Baswedan.

Pakar agama dari Iran, Abdul Karim Saruj. Akademisi dari Palestina Sri Nasibah, Rektor Universitas Al Quds. Dan Hakim dari Pakistan, I’tizaz Ihsan, dan lain-lain.

Majalah ini memilih tokoh berpengaruh sesuai dengan profesi dan bidang mereka masing-masing.Berdasarkan urutan, pertama adalah pakar politik, ahli ekonomi, ahli filsafat, praktisi media massa, pegiat seni, pemimpin formal, sejarawan, tokoh agama dan pegiat lingkungan.

Berdasarkan sisi geografis, tokoh terpilih terbanyak dari Amerika Utara, sebanyak 36%, kemudian Eropa, sebanyak 30%. Asia 12%. Timur Tengah 11%. Selatan Afrika dan Amerika Latin antara 3-4%.

Yang unik juga adalah, bahwa majalah ini tidak memilih sama sekali seniman, atau atletik Arab, atau bahkan pemimpin politik Arab, bagian dari tokoh-tokoh yang berpengaruh di Dunia Arab dan dunia Islam. Padahal ada media dan lembaga yang “menilai” ketiga tokoh di atas sebagai yang harus “diwaspadai”.

Meskipun demikian, kajian ilmiyah yang diselenggarakan oleh LSM yang didukung oleh Dale Carnegie ini telah memilih Al-Qaradhawi, Amr Khalid dan Thariq Ramadhan menjadi tokoh dunia yang berpengaruh, sehingga timbul pertanyaan, “Jika mereka bagian dari orang-orang yang berpengaruh di percaturan Arab dan Islam, dibandingkan dengan penguasa atau sebuah lembaga yang tidak memberi pengaruh?, karena itu, “Siapa yang seharusnya perlu diwaspadai di antara mereka?” Dan akan lebih arif, bagi siapa pun untuk mengedepankan keutuhan dan kesatuan tokoh umat Islam dan umatnya. (it/ut)

sumber DAKWATUNA Mei 2008

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Comments system

Disqus Shortname